Sport

Tiga Hal Ini Jadi Sorotan Hector Souto Usai Cari Bakat Futsal ke Daerah

Jakarta (KABARIN) - Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menyoroti tiga hal penting yang perlu dikembangkan setelah melakukan perjalanan untuk pencarian bakat (talent scouting) ke berbagai daerah di Indonesia.

"Menurut saya, ada tiga hal penting yang harus dikembangkan di seluruh Indonesia. Pertama adalah fasilitas," kata Hector Souto kepada awak media di Jakarta, Jumat.

Hector melanjutkan, fasilitas menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian lantaran menjadi salah satu kunci untuk pengembangan futsal Indonesia. Menurut dia, hal itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi juga kebutuhan publik.

"Saya melihat sebagian besar daerah belum memiliki lapangan yang layak. Padahal futsal, menurut saya, bukan olahraga yang terlalu mahal," tutur dia.

Menurut juru taktik asal Spanyol itu, pengembangan futsal di daerah membutuhkan lapangan standar berukuran 40x20 meter dengan kualitas lantai yang memadai. Jika tidak memiliki lapangan yang baik, kata dia, maka akan sulit membawa futsal Indonesia ke level internasional.

"Itu sangat sulit. Karena itu, kita harus menciptakan kondisi yang lebih baik untuk para pemain," kata dia.

Souto menyebutkan hal kedua adalah terkait peningkatan kapasitas pelatih futsal. Terkait hal ini, dia menyebut banyak pelatih di Indonesia antusias mempelajari futsal modern, tetapi mengaku masih perlu mengembangkan diri.

Akan tetapi, tantangannya yang berat adalah banyak di antara mereka berasal dari daerah terpencil.

Souto mengatakan, secara pribadi dirinya berkomitmen penuh untuk menciptakan lebih banyak kesempatan belajar bagi para pelatih dan menyediakan materi pembelajaran yang lebih baik.

Hal ketiga, kata dia, adalah melihat futsal sebagai peluang masa depan. Souto menjelaskan saat ini beberapa pemain muda hasil penjaringan bakat di kelompok usia U-16 dan U-19 sudah bermain di Pro Futsal League (PFL) 2 maupun PFL. Hal itu menunjukkan bahwa pihaknya sedang membangun jalur pengembangan dari pemain muda menuju level profesional.

Oleh karena itu, Souto menekankan vitalnya membangun sistem kompetisi yang baik dan berkelanjutan.

Dia mencontohkan di Spanyol anak-anak mulai bermain sejak usia empat hingga enam tahun dan mengikuti kompetisi sepanjang tahun. Mereka tidak hanya bermain turnamen lalu menunggu satu bulan untuk turnamen berikutnya, tetapi bermain secara rutin setiap pekan.

Souto mengakui Indonesia memiliki potensi futsal yang sangat besar, apalagi sekitar 110 juta penduduk berusia di bawah 23 tahun. Kalau semakin banyak dari mereka bermain futsal, maka futsal berpotensi menjadi salah satu olahraga paling populer di Indonesia.

"Potensi ini luar biasa. Jadi kenapa kita tidak mengembangkannya? Kita hanya perlu menemukan cara yang tepat untuk menerapkannya dengan dukungan pemerintah. Selain itu, federasi, akademi, juga harus bekerja mencari sponsor di daerah masing-masing karena itu akan sangat penting," tutur dia.

Souto menambahkan futsal merupakan olahraga yang dimainkan hampir semua orang di sekolah. Artinya, dia menilai Indonesia sudah memiliki komunitas besar dan basis massa yang cukup kuat untuk menarik minat berbagai merek dan sponsor guna membantu perkembangan futsal nasional.

Dia pun menegaskan sudah menyampaikan persoalan yang ditemukannya selama berkeliling itu kepada sejumlah kepala daerah.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: